Breaking News



Berhati-hatilah dari Penyakit Hasad

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta'ālā, Rabb semesta alam. Dialah yang melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, ilmu, dan segala karunia yang tidak mampu dihitung oleh manusia. 


Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, teladan terbaik yang mengajarkan kesucian hati, kemuliaan akhlak, dan kebersihan jiwa.


Dunia Anak Bersih dari Hasad


PENDAHULUAN


Di antara penyakit hati yang paling berbahaya, namun sering tidak disadari keberadaannya, adalah **hasad**. Penyakit ini tidak tampak oleh mata, tetapi dampaknya lebih dahsyat daripada penyakit yang menggerogoti tubuh. Hasad menghancurkan ketenangan hati, memutus ukhuwah, menghapus pahala, bahkan dapat menyeret pelakunya kepada penentangan terhadap takdir Allah.


Betapa banyak orang yang rajin beribadah, namun tidak mampu menikmati kebahagiaan karena sibuk memandang nikmat orang lain. Betapa banyak manusia yang sebenarnya telah dikaruniai Allah berbagai nikmat, namun hatinya terus gelisah karena menginginkan agar nikmat itu dicabut dari saudaranya.


Inilah penyakit yang diperingatkan oleh para ulama.


*Peringatan Al-'Allāmah Ibnu 'Utsaimin رحمه الله*


Beliau berkata:


> **"إِذَا رَأَيْتَ نَفْسَكَ تَكْرَهُ أَنْ يُنْعِمَ اللَّهُ عَلَى غَيْرِكَ بِعِلْمٍ أَوْ مَالٍ أَوْ خُلُقٍ أَوْ صِحَّةٍ أَوْ مَا أَشْبَهَ ذَلِكَ؛ فَاعْلَمْ أَنَّ فِيكَ شَيْئًا مِنَ الْحَسَدِ، وَحَاوِلْ أَنْ تَقْضِيَ عَلَيْهِ."**


*"Apabila engkau melihat dirimu tidak senang ketika Allah memberikan nikmat kepada orang lain berupa ilmu, harta, akhlak, kesehatan, atau nikmat lainnya, maka ketahuilah bahwa di dalam dirimu terdapat penyakit hasad. Karena itu berusahalah untuk membinasakannya."*


**(Syarḥ Bulūgh al-Marām, 15/200).**


Perkataan singkat ini merupakan cermin bagi setiap mukmin. Tidak perlu bertanya kepada orang lain apakah kita memiliki hasad atau tidak. Cukup bertanya kepada hati sendiri.


Apakah kita merasa sempit ketika saudara kita berhasil?


Apakah kita gelisah ketika orang lain dipuji?


Apakah kita kecewa ketika orang lain diberi ilmu lebih tinggi?


Apakah kita tidak suka melihat orang lain sehat, kaya, atau dicintai manusia?


Jika jawabannya "ya", maka itulah alarm bahwa penyakit hasad sedang tumbuh dalam hati.


*Hakikat Hasad Menurut Islam*


Secara bahasa, **hasad** berarti menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain.


Sedangkan secara istilah syariat, hasad adalah:


> **تَمَنِّي زَوَالِ النِّعْمَةِ عَنِ الْغَيْرِ**


*"Mengharapkan agar nikmat yang dimiliki orang lain hilang."*


Hasad bukan sekadar iri.


Ia adalah penolakan terhadap pembagian nikmat yang telah Allah tetapkan.


Seakan-akan pelakunya berkata,


"Mengapa Allah memberi dia, bukan kepadaku?"


Padahal Allah berfirman:


> **﴿أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا﴾**


> *"Apakah mereka yang membagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang membagi penghidupan mereka dalam kehidupan dunia."*


> **(QS. Az-Zukhruf: 32)**


Allah-lah yang menentukan siapa diberi ilmu, siapa diberi harta, siapa diberi kesehatan, siapa diberi kecerdasan, siapa diberi kedudukan, dan siapa yang diuji dengan kekurangan.


Maka membenci pembagian Allah adalah bentuk kelemahan iman kepada hikmah-Nya.


*Hasad Adalah Penyakit Pertama yang Membinasakan Makhluk*


Hasad bukan penyakit baru.


Penyakit ini telah ada sejak awal penciptaan.


Iblis enggan sujud kepada Nabi Adam عليه السلام karena hasad.


Ia tidak rela melihat Adam memperoleh kemuliaan.


Allah berfirman:


> **﴿أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ﴾**


*"Ia menolak, menyombongkan diri, dan termasuk golongan kafir."*


**(QS. Al-Baqarah: 34)**


Begitu pula Qabil membunuh saudaranya Habil karena hasad.


Hasad melahirkan pembunuhan pertama di muka bumi.


Maka siapa yang memelihara hasad sedang mengikuti jejak Iblis dan Qabil.


*Hasad Menghanguskan Amal Kebaikan*


Rasulullah ﷺ bersabda:


> **«إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ؛ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ»**


*"Jauhilah oleh kalian sifat hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."*


(HR. Abu Dawud)


Betapa mengerikan ancaman ini.


Seseorang mungkin telah mengumpulkan pahala shalat malam, puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur'an, namun semuanya perlahan habis karena penyakit yang bersemayam dalam hati.


Api tidak membutuhkan waktu lama untuk menghanguskan kayu.


Begitu pula hasad dapat menghanguskan amal seseorang apabila tidak segera diobati dengan taubat dan penyucian jiwa


*Mengapa Manusia Hasad?*


Di antara penyebabnya ialah:


* Lemahnya iman kepada takdir Allah.

* Cinta dunia yang berlebihan.

* Ambisi terhadap kedudukan.

* Kesombongan.

* Tidak bersyukur atas nikmat sendiri.

* Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.


Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:


> **«مَا خَلَا جَسَدٌ مِنَ الْحَسَدِ، وَلَكِنَّ الْكَرِيمَ يُخْفِيهِ وَاللَّئِيمَ يُبْدِيهِ»**


*"Hampir tidak ada seorang pun yang benar-benar terbebas dari lintasan hasad. Akan tetapi orang yang mulia menahannya, sedangkan orang yang hina menampakkannya."*


Betapa dalam hikmah ini. Yang membedakan manusia bukan muncul atau tidaknya bisikan itu, tetapi bagaimana ia melawannya.


*Mukmin Sejati Bergembira Melihat Nikmat Orang Lain*


Seorang mukmin mengetahui bahwa karunia Allah tidak akan berkurang hanya karena Allah memberi kepada orang lain.


Lautan tidak menjadi surut hanya karena satu ember diambil darinya.


Demikian pula rahmat Allah.


Allah Maha Kaya.


Allah Maha Luas pemberian-Nya.


Allah berfirman:


> **﴿وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ﴾**


*"Allah memiliki karunia yang sangat besar."*


Maka mengapa harus sempit hati melihat nikmat saudara kita?


*Cara Mengobati Hasad*


1. Memperbanyak Syukur


Allah berfirman:


> **﴿لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ﴾**


*"Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian."*


(QS. Ibrahim: 7)


Syukur mematikan hasad.


Hasad tumbuh karena seseorang lupa menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.

2. Mendoakan Orang yang Dihasadi


Apabila hati mulai sempit melihat nikmat seseorang, paksa diri mengucapkan:


> **اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُ وَزِدْهُ مِنْ فَضْلِكَ**


*"Ya Allah, berkahilah dia dan tambahkan karunia-Mu kepadanya."*


Doa ini akan menghancurkan bisikan setan sedikit demi sedikit.

3. Mengingat Bahwa Dunia Sangat Singkat


Apa yang diperebutkan?


Harta akan ditinggalkan.


Jabatan akan dilepas.


Kecantikan akan pudar.


Kesehatan akan melemah.


Yang tersisa hanyalah amal.

4. Memohon Perlindungan kepada Allah


Allah mengajarkan doa:


> **﴿وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ﴾**


*"Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."*


(QS. Al-Falaq: 5)


Ayat ini menunjukkan betapa berbahayanya hasad sehingga Allah memerintahkan kita berlindung darinya setiap hari.

*Hikmah Para Ulama*


Di antara mutiara hikmah yang patut direnungkan adalah:


> **مَنْ رَضِيَ بِقَسْمِ اللَّهِ اسْتَرَاحَ قَلْبُهُ**


*"Barang siapa ridha terhadap pembagian Allah, niscaya hatinya akan tenang."*


Dan dikatakan pula:


> **الْحَسُودُ يُعَذِّبُ نَفْسَهُ قَبْلَ أَنْ يَصِلَ إِلَى غَيْرِهِ**


*"Orang yang hasad terlebih dahulu menyiksa dirinya sendiri sebelum kebenciannya sampai kepada orang lain."*


Hasad tidak mengurangi nikmat orang lain, tetapi justru membakar ketenangan hati pelakunya.

Penutup


Wahai kaum muslimin, marilah kita menghisab hati sebelum Allah menghisab amal kita. Jangan sampai kita tampak sebagai ahli ibadah, tetapi di dalam dada tersimpan bara hasad yang menghanguskan pahala sedikit demi sedikit.


Bersihkanlah hati dengan syukur, ridha terhadap ketetapan Allah, serta doa kebaikan bagi saudara-saudara kita. Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin bukan diukur dari banyaknya harta atau tingginya kedudukan, melainkan dari kebersihan hati yang dipenuhi iman, cinta, dan keikhlasan.


Marilah kita mengamalkan firman Allah:


> **﴿رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا ۚ رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ﴾**


*"Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."*


**(QS. Al-Hasyr: 10)**


Semoga Allah Subḥānahu wa Ta'ālā membersihkan hati kita dari hasad, iri, dengki, dan segala penyakit hati lainnya; menghiasi jiwa kita dengan keikhlasan, syukur, qana'ah, serta kecintaan kepada sesama kaum muslimin. Semoga Dia menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang hatinya selamat ketika menghadap-Nya pada hari kiamat.


Batu Piring Balangan, 23 Juli 2026 M/ 9 Shafar 1448 H

Posting Komentar

0 Komentar