Panduan Budidaya Ikan Hias untuk Pemula
![]() |
| unsplash.com |
Budidaya ikan hias adalah kegiatan mengembangbiakkan ikan hias dari indukan untuk mendapatkan anakan (benih) yang kemudian dapat dibesarkan dan dijual kembali. Budidaya ikan hias air tawar relatif lebih mudah dilakukan karena teknologinya sederhana.
I. Pemilihan Jenis Ikan
Langkah pertama yang paling krusial adalah memilih jenis ikan yang cocok untuk pemula dan memiliki nilai jual di pasaran.
Rekomendasi Ikan Hias yang Mudah Dibudidayakan:
* Ikan Guppy (Ikan Seribu):
* Sangat populer di kalangan pemula karena mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi air.
* Berkembang biak dengan cepat dan melahirkan (bukan bertelur).
* Pejantan memiliki warna dan sirip yang lebih indah.
* Ikan Molly:
* Mirip dengan Guppy, mudah dirawat dan beranak (melahirkan).
* Tahan terhadap berbagai kondisi air dan bersifat cinta damai.
* Contoh populer: Molly Balon dan Molly Hitam.
* Ikan Platy:
* Termasuk ikan damai dan rukun dipelihara dalam akuarium komunitas.
* Mudah dirawat, memakan pakan olahan dan ganggang.
* Ikan Cupang (Betta Fish):
* Bibit mudah didapatkan dan perawatannya sederhana.
* Tidak memerlukan akuarium besar dan dapat bertahan tanpa aerator (oksigen).
* Sifatnya agresif, sehingga harus dipisah satu per satu.
* Ikan Neon Tetra:
* Ikan kecil yang hidup berkelompok (schooling).
* Cocok untuk pemula karena perawatannya mudah dan memiliki warna neon yang cerah.
II. Tahapan Budidaya Ikan Hias
Budidaya secara umum melibatkan tahap persiapan, pemijahan (pengawinan), penetasan, dan pembesaran.
1. Persiapan Wadah Budidaya
Wadah bisa berupa akuarium, bak fiber, atau kolam terpal, tergantung skala budidaya dan jenis ikan.
* Peralatan Wajib: Sediakan aerator (penghasil gelembung oksigen) dan filter air (penyaring) untuk menjaga kualitas air.
* Kualitas Air: Gunakan air bersih. Biarkan air di dalam wadah selama minimal 24 jam sebelum ikan dimasukkan agar gas berbahaya (seperti klorin) hilang. Jaga pH air ideal (umumnya antara 6-7,5).
2. Pemilihan Indukan (Calon Bibit)
Pilih indukan yang berkualitas baik dan siap pijah.
* Ciri Indukan Unggul: Gerakan aktif, warna cerah, tidak ada cacat tubuh, dan berumur minimal 4 bulan (tergantung jenis ikan).
* Perbedaan Jantan dan Betina (Contoh Guppy/Molly):
* Betina: Tubuh lebih besar dan membulat, warna kusam.
* Jantan: Tubuh lebih langsing, warna lebih kontras, sirip merekah (pada Guppy).
3. Proses Pemijahan (Pengawinan)
Indukan yang sudah siap dipindahkan ke wadah pemijahan.
* Perbandingan: Umumnya menggunakan perbandingan 1 jantan untuk 3-5 betina.
* Proses: Masukkan betina terlebih dahulu, lalu masukkan jantan beberapa jam kemudian (atau sore hari). Pemijahan sering terjadi pada malam hari atau dini hari.
* Pemindahan Indukan: Setelah betina bertelur atau melahirkan, segera pisahkan indukan dari telur atau anakan (larva) agar tidak dimakan.
4. Penetasan dan Perawatan Larva (Anakan)
Anakan ikan (larva) membutuhkan perhatian khusus.
* Perawatan Air: Jaga kualitas air di wadah penetasan. Ganti air secara rutin (sepertiga bagian) setiap 1-3 hari.
* Pakan Larva: Larva yang baru menetas/lahir biasanya diberi pakan alami yang sangat halus, seperti Infusoria, Moina, atau Artemia (kutu air).
5. Pembesaran dan Perawatan Rutin
Fase ini bertujuan membesarkan benih hingga siap dijual.
* Pakan: Beri pakan yang seimbang dan bergizi (pelet, cacing sutra, jentik nyamuk). Beri makan sedikit-sedikit tapi sering (2-3 kali sehari).
* Kebersihan: Bersihkan kotoran dan sisa pakan di dasar wadah. Lakukan pergantian air secara rutin untuk menghindari penumpukan amonia yang beracun.
* Penyakit: Kenali gejala penyakit (misalnya bintik putih atau white spot). Jika ada ikan sakit, segera pisahkan ke wadah karantina dan berikan obat-obatan yang sesuai (misalnya perendaman dalam larutan Acriflavin).
III. Pemanenan
Pemanenan dapat dilakukan secara parsial, yaitu memilih ikan yang sudah mencapai ukuran jual, atau panen total. Pemanenan sebaiknya dilakukan saat suhu air rendah (pagi atau sore hari) untuk mengurangi stres pada ikan.

0 Komentar